Hai Teman-teman semua,
saya yakin yang mencari slide ini pasti anak - anak akuntansi kan.. hehehe
sama, saya jg anak akun,
Oleh karena itu, saya ingin membantu teman-teman semua untuk mendapatkan bahan-bahan
belajar akuntansi.
Di posting kali ini, saya akan membagikan bahan buku Pengantar Akuntansinya Bapak Warren dkk.
slidenya dapat didownload di SINI.
Walaupun edisinya yang lama, edisi 21, tapi semoga dapat membantu teman-teman semua.
Selamat belajar... ^^
Label
Cash
(2)
Ekuitas
(1)
Financial report
(1)
Inventory
(4)
Management
(1)
Receivable
(1)
report
(2)
Slides Accounting
(1)
Tax
(5)
Jumat, 06 September 2013
Selasa, 10 Mei 2011
Intermediate Accounting Kieso 13th Ed Chapter 7 Part Answer
Chapter 7's Problems...
P7-8 Page 369
http://www.mediafire.com/?c6a0ecn0ieua4di
P7-9 Page 369
http://www.mediafire.com/?3rgklxq4j4htnc2
P7-10 Page 370
http://www.mediafire.com/?qdxbcz7wrgijmvn
CA7-7 Page 374
http://www.mediafire.com/?a46e3d7e76e5sek
CA7-8 Page 375
http://www.mediafire.com/?r5ppglcz7p99zi2
P7-8 Page 369
http://www.mediafire.com/?c6a0ecn0ieua4di
P7-9 Page 369
http://www.mediafire.com/?3rgklxq4j4htnc2
P7-10 Page 370
http://www.mediafire.com/?qdxbcz7wrgijmvn
CA7-7 Page 374
http://www.mediafire.com/?a46e3d7e76e5sek
CA7-8 Page 375
http://www.mediafire.com/?r5ppglcz7p99zi2
Kamis, 07 April 2011
Pembahasan Valuation of Inventory
Link download bahan presentasi kelompok Rohani, Rini & Nurul.
http://www.mediafire.com/?l8vesae7daa1sg2
http://www.mediafire.com/?l8vesae7daa1sg2
Minggu, 27 Maret 2011
Jumat, 25 Maret 2011
Inventory - Perpetual & Periodic Method
Untuk mencatat transaksi-transaksi yang mempengaruhi nilai persediaan, terdapat 2 metode sebagai berikut :
1. Metode Fisik (Periodic)
Metode fisik adalah metode penghitungan secara langsung (stock opname) jika ingin mengetahui persediaan akhir. Setelah persediaan barang yang ada di gudang dihitung baru bisa diketahui persediaan akhirnya. Dari persediaan ini kemudian diperhitungkan harga pokoknya.
Kelemahan metode fisik adalah jika ingin menyusun laporan keuangan dalam jangka pendek maka penghitungan persediaan ini akan memakan waktu yang lama. Mutasi keluar masuk persediaan tidak diketahui jadi kemungkinan ada penyimpangan persediaan tidak diketahui.
Dalam metode ini pencatatan persediaan hanya dilakukan pada akhir periode akuntansi melalui ayat jurnal penyesuaian. Transaksi yang mempengaruhi persediaan, dicatat masing-masing dalam perkiraan tersendiri sebagai berikut: Pembelian , Retur pembelian , Penjualan dan Retur penjualan.
PERIODE AWAL
Perobahan persediaan (Harga Pokok)
|
999,999.99
|
Persediaan
|
999,999.99
|
PEMBELIAN
Pembelian (Harga Pokok)
|
999,999.99
|
Utang / Kas
|
999,999.99
|
PENJUALAN
Piutang/ Kas /Bank
|
999,999.99
|
Penjualan
|
999,999.99
|
AKHIR PERIODE
Persediaan
|
999,999.99
|
Perubahan Persediaan (Harga Pokok)
|
999,999.99
|
Untuk mendapatkan nilai persediaan secara periodik dilakukan perhitungan fisik (Stock Opname).
Metode ini sudah mulai ditinggalkan karena secara jelas tidak mendukung integrasi system dimana, sepanjang peridode akuntansi berjalan tidak tersedia data mengenai posisi persediaan. Hal ini menyebabkan data bagian akuntansi kurang mendukung operasional. Laporan neraca dan rugilaba tidak akan dapat dibuat sebelum nilai persediaan diketahui.
2. Metode Buku (Perpetual)
Dalam metode buku setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendiri-sendiri. Setiap terjadi masuk dan keluar barang dicatat pada buku sehingga dengan cepat dapat diketahui persediaan akhir. Kelebihan metode buku adalah adanya kontrol terhadap persediaan barang, misalnya pada akhir tahun dilakukan stock opname jika catatan pada buku tidak sama dengan fisik yang sebenarnya maka ada kesalahan. Mungkin ada barang yang hilang atau ada kesalahan dalam pencatatan pada buku.
Dalam metode ini pencatatan persediaan dilakukan setiap terjadi transaksi yang mempengaruhi persediaan. Saldo perkiraan persediaan akan menunjukan saldo persediaan yang sebenarnya. Dengan demikian pada saat penyusunan laporan keuangan tidak diperlukan ayat jurnal penyesuaian. Pencatatan transaksi kedalam perkiraan persediaan, adalah berdasarkan harga pokok produksi, baik transaksi pembelian maupun penjualan. Metode ini akan menampilkan dapat menyediakan laporan neraca setiap saat baik untuk di print_out maupun secara visual.
A. WAKTU PEMBELIAN
Persediaan
|
999,999.99
|
999,999.99
| |
Utang/Kas/Bank
|
999,999.99
|
B. WAKTU DISTRIBUSI (PEMAKAIAN)
Persediaan barng dalam proses
|
999,999.99
|
Pesediaan bahan baku
|
999,999.99
|
C. PENERIMAAN HASIL PRODUKSI
Persediaan barang Jadi
|
999,999.99
|
Persediaan Dalam Proses
|
999,999.99
|
PENJUALAN
1. Harga Jual
Piutang/Kas/Bank
|
999,999.99
|
Penjualan
|
999,999.99
|
2. Harga Pokok
Harga Pokok Penjualan
|
999,999.99
|
Persediaan Barang yang dijual
|
999,999.99
|
PENYESSUAIAN AKHIR
1. JIKA SALDO SEMENTARA <>
Koreksi persediaan/Barang dalam proses
|
999,999.99
|
Koreksi pemakaian bahan
|
999,999.99
|
2. JIKA SALDO SEMENTARA > STOCK OPNAME
Koreksi pemakaian Bahan
|
999,999.99
|
Persediaan/Barang dalam prosess
|
999,999.99
|
Walaupun system perpetual menyediakan data persediaan secara terus menerus namun tetap diperlukan perhitungan fisik yang berfugnsi untuk mencocokan fisik dengan catatan buku.
Selasa, 22 Maret 2011
Rekonsiliasi Bank
Pengendalian intern kas yang baik akan dapat memberi informasi mengenai sumber kas perusahaan, dikeluarkan untuk apa dan berapa saldo kas setiap saat dapat diketahui. Oleh karena itu, akuntan harus dapat menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaa antara catatan perusahaan dengan laporan bank ( rekening koran ), dan menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya setiap bulannya. Proses ini disebut rekonsiliasi bank.
Beberapa penyebab perbedaan antara saldo menurut pembukuan dengan saldo menurut rekening koran bank yaitu :
1. Bank belum mencatat transaksi tertentu
a. Setoran dalam perjalanan
Perusahaan telah mencatat setoran ke bank tetapi bank belum mencatatnya. Contoh : setoran pada akhir bulan, biasanya bank akan membukukan pada bulan berikutnya.
b. Cek dalam perjalanan (cek masih beredar)
Cek yang ditarik dan telah dibukukan perusahaan tetapi bank belum mencatatnya, biasanya terjadi karena sampai akhir bulan yang menerima cek belum mencairkan cek tersebut.
2. Perusahaan belum mencatat transaksi tertentu
a. Penerimaan kas melalui bank
Bank kadang-kadang melakukan penerimaan kas untuk dibukukan ke dalam rekening giro perusahaan, misalnya konsumen langsung membayar ke bank.
b. Biaya administrasi bank
Bank biasanya membebankan sejumlah biaya untuk menangani transaksi-transaksi yang dilakukan oleh pemegang giro, biaya ini baru diketahui setelah ada laporan dari bank yang berupa rekening koran
c. Pendapatan bunga atau jasa giro
Jumlah bunga yang menjadi pendapatan perusahaan biasanya baru diketahui setelah perusahaan menerima laporan bank.
d. Cek kosong
Perusahaan yang sering menerima pembayaran dari konsumen dalam bentuk cek yang diperlakukan sama dengan uang tunai. Cek tersebut kemudian disetorkan ke bank. Perusahaan baru tahu kalau cek tersebut kosong setelah menerima laporan dari bank.
Cek kosong adalah cek yang tidak cukup dananya ( jumlah rupiah dalam cek lebih besar daripada saldo giro kensumen )
e. Cek dikembalikan ke penyetor karena alasan lain ( bukan cek kosong )
Bank kadang-kadang mengembalikan cek kepada penyetor karena alasan-alasan berikut :
- Rekening penarik cek telah ditutup
- Cek telah kadaluwarsa, cek kadang hanya dapat diuangkan dalam jangka waktu tertentu, apabila selama jangka waktu tersebut tidak diuangkan maka cek menjadi tidak berlaku lagi.
- Tanda tangan yang tercantum pada cek tidak sah
- Kesalahan dalam penulisan cek
Pencatatan akuntansi untuk kasus ini sama dengan cek kosong.
3. Bank atau perusahaan telah melakukan kesalahan pencatatan
Contoh, bank mungkin salah mengurangi saldo giro perusahaan untuk giro yang ditarik bukan oleh perusahaan tersebut, mungkin karena nama perusahaannya hampir sama. Bisa juga bank atau perusahaan salah dalam mencatat jumlah rupiah yang disetorkan ke bank.
sumber :http://catatan-akt.blogspot.com
Contoh Soal dapat di download di link berikut ini :
http://www.mediafire.com/?ae0rw90771emfxj
Tahap-tahap penyusunan rekonsiliasi bank
1. Buat dua kolom untuk bank dan rekening bank menurut perusahaan, tulis saldo menurut bank dan saldo menurut perusahaan
2. Tambahkan atau kurangkan pada saldo menurut bank yaitu :
a. Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo menurut bank
b. Kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo bank
3. Tambahkan atau kurangkan pada saldo menurut buku
a. Tambahkan pada saldo menurut bank penerimaan-penerimaan kas langsung melalui bank, pendapatan bunga atas giro.
b. Kurangkan dari saldo menurut buku biaya administrasi bank, biaya pencetakan cek dan pengurangan lain yang dilakukan oleh bank, misalnya karena ada pengembalian cek kosong.
4. Hitunglah saldo menurut bank dan saldo menurut perusahaan yang telah disesuaikan, keduanya saldonya harus sama.
5. Buatlah jurnal untuk setiap hal yang terdapat pada butir tiga di atas yaitu hal-hal yang tercantum pada saldo menurut perusahaan.
6. Perbaiki semua kesalahan yang terdapat dalam pembukuan perusahaan, sampaikan pemberitahuan ke bank jika bank telah melakukan kesalahan.sumber :http://catatan-akt.blogspot.com
Contoh Soal dapat di download di link berikut ini :
http://www.mediafire.com/?ae0rw90771emfxj
Langganan:
Postingan (Atom)